Explore Zona Dewasa

Wow! Ngewe Anal Hadiah Perpisahan 2

 Tradingan.com - Tangan Toni mengusap belakang kepala Lola, dan Aku melihat tubuh Lola kembali gemetar ketika Toni melangkah ke belakang menjauhi Lola, mata Toni melahap habis buah dada Lola, dua buah bukit daging bulat mengacung dari dada Lola, bergantung lepas dan tampak besar bila dibandingkan dengan tubuh Lola yang ramping, puting susunya yang berwarna merah muda tampak mengeras karena kedinginan dan gesekan dengan pakaian Toni tadi. Toni kembali menarik tubuh Lola, dan meredam tangisan Lola ketika ia melumat bibir Lola dengan bibirnya, menarik kepala Lola hingga mendongak dan menciumi bibir Lola serta menjulurkan lidahnya dalam mulut Lola yang hangat.


Sesuatu telah membuat Lola tersadar, karena tiba-tiba ia mendorong tubuh Toni menjauh sekuat tenaga, sambil menjerit.
“Tidak! Tidak! Bajingan!” Lola mundur menjauhi Toni seperti binatang yang terluka, tangannya menutupi buah dadanya. Lola memandang ke arahku, rambutnya menutupi sebagian wajahnya, wajahnya bersimbah air mata, dan matanya, matanya yang indah itu memancarkan teror dan putus asa, ia kemudian mendekati Johan, matanya memohon dan suaranya histeris meratap pada Johan.
“Toloongg.., saya.., ahh, hentikan ini semua.” Lola seharusnya sudah menyadari dari tadi. Raut muka Johan sekarang berubah, dan ia tersenyum pada Lola, dan aku kembali melihat teror kembali timbul di sekujur tubuh Lola ketika ia menyadari bahwa sekarang ia sudah terjebak dan setiap ia memandang mata setiap orang di ruangan itu yang ia lihat hanya nafsu dan kesadisan.

Ia berusaha lari keluar, menghindar dari Toni yang tidak bergerak sedikitpun untuk menghalanginya, tapi aku yang bergerak, kutabrak dia dengan bahuku hingga Lola terjengkang dan terbanting ke lantai. Dan langsung saja kita bertiga menyerbu ke arahnya. Aku ingin memperkosa dia, Aku ingin membuatnya sakit dengan penisku dan mendenger jeritnya waktu kuperkosa dia. Aku sudah seluruhnya dikuasai nafsu birahi ketika aku menarik sepatunya, kemudian merobek stocking dan roknya sementara Johan dan Toni memegangi tubuh Lola yang meronta dan mengejang, jeritan Lola berbaur dengan nafsuku menambah semangatku menelanjanginya.

“Pegangi dia”,. Aku mendengar Toni berkata, dan aku langsung memegangi kakinya yang berusaha menendangku. Setelah memegangi kedua kaki Lola aku baru bisa menikmati tubuh Lola yang telah telanjang bulat dengan leluasa, tubuh yang terbaring tak berdaya antara aku dan Johan yang memegangi tangannya di atas kepala Lola. My God, dia benar-benar punya badan yang indah, buah dada Lola bergoyang kian kemari ketika Lola meronra-ronta, penuh, bulat dan kenyal, perutnya benar-benar rata dan kelihatan kuat karena aku melihat otot-otot yang mengejang ketika ia meronta. Dan gila, pahanya, pahanya putih bersih dan halus mulus, di pangkalnya kulihat rambut kemaluan halus hitam menutupi gundukan vaginanya. Aku benar-benar tidak sabar buat masuk ke gundukan itu, penisku seakan-akan akan meledak ketika aku terus memeganginya dan melihat Toni berdiri di samping tubuh Lola, dengan ikat pinggang di tangan, matanya berkilat liar dan nafasnya mendengus-dengus.

“Pukul dia Ton!”, Johan berkata dan aku juga melihat pancaran birahi dan sadis dari matanya ketika ia memandang Lola.
“Jangaann!” Lola menjerit sementara matanya mendelik ketakutan ketika ia melihat ikat pinggang itu mengayun ke perutnya, suara ikat pinggang kulit yang beradu dengan perut Lola sekeras jeritan Lola yang melolong. Ia mengejang di tanganku, sambil terus kupegangi, Lola meronta kesakitan ketika Toni mengayunkan lagi ikat pinggangnya terarah ke buah dadanya, membuat gundukan itu bergoyang-goyang liar sementara Lola terus menjerit dan mulai menangis lagi. Wajib baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wow! Ngewe Anal Hadiah Perpisahan 2"

Posting Komentar