Piool.com - Ketika aku mencoba membuka mata, tiba-tiba wajahnya menutupi wajahku dan sebuah sentuhan mengenai bibirku, membuatku kembali memejam. Sentuhan itu kemudian menjadi sebuah lumatan. Dan lumatan itu menjadi sebuah ciuman yang mengantarku pada hasrat birahi yang menuntut untuk dipenuhi. Apalagi ketika kurasakan tangan Om Wi’ sudah menelusup masuk di sela karet celana dalamku. Dan mulai meremas-remas di sana.
Aku pun terpengaruh oleh ulahnya. Kujulurkan tanganku untuk melepas simpul sarungnya. Dan ketika tanganku merogoh ke dalam, dapat kurasakan bahwa Omku tidak memakai apa-apa lagi di balik sarungnya. Maka kuremas semua yang dapat kuremas. Kupilin-pilin layaknya mainan yang terbuat dari karet.
Tangan Om Wi’ lalu mencoba merebahkan tubuhku dari pelukannya. Kemudian dengan tanpa meminta ijinku lagi, ditariknya celana dalamku ke bawah. Dan mulutnya langsung menyergap. Membuatku terhenyak karena tidak siap dengan serangannya itu. Sesaat kemudian aku hanya dapat merintih dan memegangi kepalanya yang tenggelam di bawah perutku. Tangan Om Wi’ dengan sengaja mencengkeram kuat pangkal kemaluanku, sehingga membuat batang dan kepala penisku makin mengeras, dan menyebabkan bagian itu makin sensitif ketika dihisap.
Malam ini aku pasrah. Aku pasrah dengan apa yang akan dilakukan Om Wi’ padaku. Beberapa penggalan ceritanya tadi siang mulai berloncatan kembali dalam ingatanku. Mulai dari pengalaman oral hingga anal seks. Akankah ia memberiku pengalaman itu malam ini?
Pertanyaanku terputus oleh sebuah benda lembut dan basah yang tiba-tiba menyerang tulang periniumku, bagian padat yang ada di bawah kantong pelir. Benda basah itu lalu meluncur dan menjilat-jilat ke bawah dan berakhir di celah bawah tubuhku. Rasa geli langsung menjalar ke seluruh syarafku. Membuat tubuhku melenting dan menimbulkan teriakan yang tidak dapat lagi kutahan. Air mataku sampai keluar merasakan kenikmatan yang tidak terperi ini. Oohh..!
Tangan Om Wi’ berusaha menggapai ke atas untuk menutup mulutku agar tidak berteriak. Tapi aku malah melahap tangan itu dan kuhisap jari-jarinya dengan penuh nafsu. Dalam bayanganku aku terasa menghisap punya Om Wijoyo. Dan inilah yang kemudian memberiku inspirasi untuk berbuat lebih jauh padanya.
Kudorong kepala Om Wi’ untuk menyudahi kegiatannya di bawah dan kemudian ia berguling lalu telentang di sampingku. Entah sejak kapan sarungnya mulai terlepas. Yang kutahu kini di hadapanku tubuhnya sudah telanjang total. Dan segera kugenggam batang kemaluannya yang tegang membesar itu. Benar-benar besar. Tanganku terasa penuh menggenggamnya. Lalu tanpa sungkan-sungkan lagi mulutku mulai melahap.
Inilah oral seks pertamaku! Not bad! Dan kini aku bagai seorang keponakan yang tengah menikmati es lilin yang diberikan oleh Omnya. Sekujur benda bulat panjang itu tidak sesenti pun luput dari hisapan dan lumatanku. Beberapa otot kulihat menyembul dan melingkar pada batang kemaluan itu. Membuatnya terlihat kokoh dan, tiba-tiba dalam satu gerakan cepat, Om Wi’ memutar tubuhnya dan ah..! Ia mengarahkanku untuk bermain dalam posisi yang selama ini hanya dapat kunikmati dalam film porno, sixty nine! Sebuah posisi yang sangat sensual dalam permainan seks. Dan kini, malam ini aku menjalani permainan itu di bawah bimbingan Omku.
Artikel Terkait
Dalam posisi merangkak, aku dapat dengan leluasa menikmati batang kemaluan Om Wi’. Bagian kepalanya yang membulat licin tampak semakin mengkilap oleh ludah dan air liurku yang entah sudah berapa kali terjilat ke sana. Lubang kecil di ujungnya merembes air bening, precum yang terasa asin dan agak lengket. Jumlahnya cukup banyak untuk ukuran precum. Barangkali ia sedang di puncak nafsunya. Atau barangkali karena kuatnya rangsangan mulut yang kuberikan. Lanjut baca!

0 Response to "Hot! Lobang Anal Tamu Yoga Sudah Siap 4"
Posting Komentar