Explore Zona Dewasa

Viral! Lobang Anal Tamu Yoga Sudah Becek 1

 Biodataviral.com - “Jangan lupa, Pakdemu nanti dijemput..!” pagi-pagi Ayah sudah mengingatkan aku untuk menjemput Pakde Wijoyo di bandara.

Sebenarnya aku rada malas, karena hari ini aku ada rencana mau cari baju buat wawancara minggu depan. Tapi di rumah memang hanya ada aku dan Ayah saja. Ibu dan adikku sedang ke Bandung. Sementara si bungsu lagi ada acara opspek di kampusnya. Jadi aku lah yang ‘ketiban’ tugas sebagai penjemput Pakde.

Pakde Wijoyo (kami biasa memanggilnya Om Wi’) adalah adik Ayah tapi lain Ibu. Sebenarnya usianya jauh lebih muda dari Ayah. Tapi karena Om Wi’ lahir dari istri tua Kakek, kami memanggilnya Pakde. Terakhir aku ketemu dia waktu acara keluarga beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Om Wi’ datang bersama anak-anaknya. Ia memang sangat dekat dengan anak-anaknya sejak istrinya meninggal karena sakit enam tahun yang lalu.
Ada sekitar setengah jam aku menunggu pesawat datang dari Yogya. Wajah Om Wi’ akhirnya muncul juga di pintu keluar. Raut wajah dan kumisnya yang khas membuatku gampang mengenalinya. Aku langsung melambai begitu melihat ia agak kebingungan. Senyumnya langsung mengembang. Seperti biasanya, senyumnya ramah dan menyegarkan. Sekilas Om Wijoyo terlihat agak gemukan dibandingkan ketika aku terakhir ketemu dia. Aku langsung salaman dan mencium tangannya. Seperti biasanya, ia langsung memeluk dan mencium keningku. Kebiasaannya setiap kali bertemu dengan keponakan-keponakannya.
“Sini Om..,” kataku seraya menggamit travel bag miliknya.
“Bagaimana kabar semuanya?” suara baritonnya mulai terdengar.
“Baik!” sahutku singkat. “Om dan keluarga baik-baik juga kan?”
“O ya dong! Kami semua sehat wal’afiat,” ujarnya dengan nada bersemangat, diiringi derai tawa renyahnya.
Om Wijoyo lalu mengajakku istirahat sebentar di cafe yang ada di bandara. Kami minum sambil ngobrol berbagai hal.
“Gimana kerjaanmu?” tanya Om Wi’ sambil menyeruput kopinya.
“Mau pindah lagi Om,” sahutku. “Habis nggak betah kerja kayak gitu.”
“Emang kerja kayak apa?”
Aku lalu cerita tentang pekerjaanku di sebuah perusahaan jasa marketing yang kunilai kurang menantang. Sekalian aku cerita tentang rencanaku seminggu lagi untuk wawancara di calon perusahaan yang baru.
“Malam minggu ini Hendro ada acara nggak?” tanyanya ketika kami menuju ke tempat parkir.
“Mau cari baju, Om. Buat wawancara itu.”
Kami akhirnya pulang agak memutar jalan. Karena Om Wi’ mengusulkan agar aku cari baju sekarang saja. Dan ia bersedia menemaniku ke mall dekat bandara.
“Sudah. Yang itu saja,” kata Om Wi’ sambil menunjuk baju putih yang ada di tangan kiriku.
Aku lalu memanggil pramuniaganya dan minta nomor baju sesuai ukuranku, lalu segera ke kamar pas. Tidak lama kemudian Om Wi’ ikut masuk ke kamar pas yang hanya berpenutup tirai itu.
“Kirain udah dicoba,” katanya.
“Baru nyopot kaos..,” sahutku sambil mulai mengepas baju dan mulai mematut-matut di depan cermin.
“Tuh, bagus kan?” katanya seolah-olah ingin menegaskan bahwa itu baju pilihannya, sambil tangannya menepuk dan mengusap-usap bahuku dari belakang.



“Oke deh!” kataku mantap untuk memilih baju itu dan mulai mencopoti kancingnya.
“Badan kamu kekar juga ya, Hend,” kata Om Wi’ setengah bergumam sambil memegang bagian atas kedua lenganku, “Sering fitnes ya?” kali ini tangannya memegangi pinggangku.
“Boro-boro fitnes. Jalan kaki saja jarang,” ujarku sambil mulai mengenakan kaosku.
Sepanjang perjalanan ke rumah, Om Wi’ terus saja ngomong tentang perlunya menjaga tubuh. Dia memang dari dulu cukup concern dengan yang namanya olahraga dan kesehatan. Menurut cerita Ayah, sejak remaja Om Wijoyo selalu aktif di kegiatan olahraga. Baik di kampung atau di sekolah. Aku sih percaya saja. Apalagi kalau menilik postur Om Wi’ yang memang terlihat masih tegap untuk orang seumur dia yang sudah berkepala empat.
Kami tiba di rumah menjelang sore. Rupanya Ayah sedang ada keperluan keluar, sehingga hanya tinggal Pak Hasan, tukang kebun, yang menjaga rumah. Untuk sementara barang bawaan Om Wi’ kutaruh di kamarku dulu, sambil menunggu Ayah pulang. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral! Lobang Anal Tamu Yoga Sudah Becek 1"

Posting Komentar