Explore Zona Dewasa

Viral! Ngewe Anal Hadiah Perpisahan 3

 Tradingan.com - Ini sudah terlalu lama, Aku sudah menunggu terlalu lama. Aku harus memperkosa dia lagi, Aku harus menikmati lagi tubuh Lola Amelia yang sedang jadi mainan kita. Aku jambak lagi rambut Lola, di pangkalnya dan menariknya dengan kasar dari pegangan Toni, air liur Lola dan sperma Toni mengalir keluar dari mulutnya ketika kuseret dia sekitar dua meter dari Toni dan melemparkannya hingga jatuh tertelungkup. Aku berlutut di belakang dia, dan meraih pinggul Lola yang bulat, dan menarik pantatnya yang biru-biru hingga menungging, penisku bergoyang-goyang di depanku sementara aku menggeram bagai binatang, mengarah ke vagina Lola yang terluka.


Aku masuk lagi dengan brutal, berharap aku kembali menyakiti Lola, berharap dia menjerit kesakitan, tapi yang aku dengar hanya suara mengerang ketika penisku masuk ke rahim Lola. Aku bergoyang keluar masuk sebanyak tiga kali, vagina Lola masih sangat sempit dan nikmat, Aku hampir saja diam tak bergerak di situ. Tapi pantat Lola, dengan liang anus berkerut berwarna kecoklatan terlihat seperti menggodaku, jari-jariku membuka belahan pantat Lola yang memanggil-manggilku. Aku meringis ketika kutarik penisku dari jepitan vagina Lola dan mengarahkannya ke liang anus Lola.

Reaksi Lola benar-benar menggairahkan. Rintihan dan ratapan keluar lagi dari bibir Lola.
“Jangan, jangan, saya mohon, jangan..!” Lola merintih dan meronta sekarang lebih kuat dari pada yang kuduga sebelumnya, lututnya terangkat dari lantai, otot-otot di pantatnya mengejang berusaha menutup, pinggulnya bergoyang berusaha melepaskan diri dari peganganku. Tapi aku tidak peduli, tidak ada yang bisa menghalangiku buat menikmati pantat Lola. Dan kupegangi dia, di pinggulnya, penisku yang sudah dibasahi oleh vagina Lola, menekan ke liang anus Lola, tubuh Lola menggeliat dan meronta dalam peganganku sembari memohon agar aku berhenti, dan melakukan apa saja, apa saja selain sodomi.

Aku menekan lebih keras lagi, jari-jariku membuat memar baru di pinggul Lola, ketika Aku merasa liang anus Lola mulai terbuka, jeritan pelan mulai terdengar dari mulut Lola, keluar dari dada Lola, dada dengan payudara yang bulat yang sekarang tertindih tubuh Lola di lantai yang terus berusaha merangkak menjauh dariku. Setelah itu yang kudengar hanya jeritan Lola yang melengking hingga akhirnya terputus sendiri ketika kepala penisku berhasil menembus masuk anus Lola, membuatku gemetar karena sensasi yang timbul. Sempit, sempit sekali sampai membuat nyeri, semakin nyeri ketika kupaksa penisku masuk lebih dalam lagi, dan lebih dalam lagi, jeritan Lola berubah menjadi lolongan ketika telapak tangan Lola mengepal menahan sakit, dahinya terbenam ke karpet ketika lolongan Lola berubah lagi menjadi tangisan kekalahan dan kesakitan bersamaan dengan masuknya sisa penisku ke anus Lola yang terus menjepit dan memijati batang penisku.

Kutarik lagi penisku keluar, menikmati gerakan tubuh Lola yang kesakitan, dan kemudian mendorongnya masuk lagi sekeras-kerasnya ke dalam anus yang sempit luar biasa itu. Aku tidak punya pikiran lain selain menyodominya, dan terus menyodominya, menyodomi dubur Lola dengan brutal, sekuat tenaga, dan menikmati setiap rasa sakit yang dirasakan oleh Lola, rasa teror yang dialami Lola, kekalahannya. Aku sadar ketika gerakanku di anus Lola mulai lancar, Johan berlutut di depan Lola, dan aku melihat penisku kembali berlumuran darah ketika aku menarik penisku keluar untuk yang kesekian sebelum mendorongnya masuk lagi. Johan ada di depan Lola, menarik rambutnya dan memegang kepala Lola dengan kepalanya, menarik rahang Lola, memaksanya membuka mulut, dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Lola dan memperkosanya sebrutal aku yang ada di anusnya. Wajib baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral! Ngewe Anal Hadiah Perpisahan 3"

Posting Komentar