Iklans.com - Untuk lebih mengakrabkan hubungan kerja di kantor, teman-teman kantor
mengadakan acara pergi bersama ke tempat santai, yaitu di daerah pegunungan yang berhawa
dingin. Semua teman-teman kantor pada ikut, tidak terkecuali Dia.
Namun aturannya, bahwa semua karyawan dan karyawati harus ikut dan tidak
boleh bawa pacar, biar lebih bebas (pada saat itu kami semua belum berkeluarga,
kecuali Dia tentunya). Hanya Dia saja yang diperkecualikan untuk
membawa keluarga (dalam hati aku sangat kecewa, karena tidak bisa bebas
mendekati Dia, karena takut ada suaminya).
Pada hari Jum’at sore, setelah selesai tutup kantor, kita semua sudah berkumpuldi kantor untuk berangkat ke Puncak. Semua yang berangkat ada 17 orang
cowok-cewek termasuk aku, dan Dia bersama suaminya dengan membawa
2 anak kecil, yang ternyata keponakan Dia. Dalam hatiku kejengkelan
bertumpuk, karena Dia sudah bawa suami, tambah keponakan lagi, wuaahh
repot, pikirku saat itu. Untuk membawa ke Puncak, sudah dipersiapkan tiga mobil Panther yang dipakai
oleh karyawan dan satu Kijang yang dipakai oleh keluarga Dia, masing-masing
mobil sudah disediakan supir.
“Kalau 3 mobil nggak cukup, satu orang boleh dech ikut saya, atau biar Dik Uki saja yang ikut mobil saya”, kata Dia kepada teman-teman, matanya sambil melihatku.
“Cerdik juga boss yang satu ini”, pikirku, dan sangat halus sekali triknya.
Agar Dia tetap dekat denganku, tapi tidak terlalu mencolok, makanya pura-pura menawarkan tetapi langsung
menutup penawaran kepadaku.
“Ayo siapa yang ikut mobil Dia, biar aku yang di Panther aja”, kataku pura-pura menawarkan kepada teman-teman, karena
aku tahu, pada tidak ada yang berani satu mobil dengan Dia, rata-rata
mereka pada sungkan.
“Udah dech, biar Uki aja yang ikut, sekali-kali kita kerjain, biar tahu rasa, gimana rasanya satu mobil dengan Dia, mungkin sampai di tempatnya UKi sudah tegang nggak bisa bergerak”, kata Nancy temanku
sambil tertawa kecil mau mengerjai aku.
“Ya bener, sampai di tempat aku bisa tegang, tapi bukan tegang karena sungkan, tapi tegang karena nggak
tahan aja berdekatan dengan Dia”, kataku dalam hati, dan yang tegang
hanya tertentu saja, tidak seluruh badan.
“Jangan aku dong, yang cewek aja”, pintaku berpura-pura.
Tapi teman-temanku langsung lari berebut mobil masing-masing, an akhirnya aku jalan juga ke mobil Dia, dan sekali lagi pura-pura mengumpat mereka.
Suami Dia hanya senyum-senyum melihat kelakuan kami. Oh ya, aku belum
kenalin sama suami Dia. Namanya sebut saja Pak Jimmy, orangnya besar,
gagah dan ganteng (kata teman-teman cewek) dan agak pendiam. Wajahnya mirip
dengan Rudi Salam. Pak Jimmy duduk di jok depan dengan supir. Sedangkan Dia, kedua keponakan
yang masih kecil dan aku duduk di jok tengah. Jok belakang penuh dengan
perbekalan. Begitu aku duduk di mobil, pertama yang kulakukan adalah
mempelajari situasi mobil. Posisi kaca spion, dan posisi duduk supir dan posisi duduk
Pak Jimmy. Sekiranya memungkinkan untuk melakukan serangan awal terhadap Dia. Baca selengkapnya!

0 Response to "Viral! Cerita Entot Susan Sange dan Montok 2"
Posting Komentar